Stimulus Generalization

Stimulus generalization terjadi ketika suatu perilaku yang ada merupakan hasil dari penguatan SD, namun perilaku tersebut kemudian hadir pada stimulus atau situasi yang berbeda. Secara sederhana dapat dikatakan, individu berperilaku yang sama terhadap dua stimulus yang berbeda. Dengan demikian, stimulus generalization merupakan lawan dari stimulus discrimination. Sebagai contoh, ketika orangtua mengajarkan anaknya untuk menuruti permintaan mereka. Ketika orang tua meminta sesuatu (SD), kemudian anak berespon dengan menuruti permintaan tersebut lalu orangtua memberi pujian pada anak. Generalisasi stimulus terjadi ketika anak menuruti permintaan dari orang dewasa lain (misalnya permintaan guru) pada waktu dan situasi yang berbeda. Ini menjadi kekhawatiran orang tua bahwa anaknya akan menuruti setiap permintaan orang dewasa, karenanya orang tua ingin membatasi hal tersebut dengan cara, misalnya orang tua memberikan reinforcement ketika anak melaksanakan perintah dari orang tua, kakek, nenek, saudara atau kerabat. Namun tidak memberikan reinforcement ketika anak melaksanakan perintah orang dewasa lain (stimulus discrimination training).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: