Organisasi atau Perusahaan sebagai Kelompok Sosial

Organisasi atau Perusahaan sebagai Kelompok Sosial

Organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerja bersama dalam suatu divisi buruh untuk mencapai tujuan bersama (Schermerhorn, dkk., 1997: 9).  Dari pengertian di atas, jelas bahwa di dalam organisasi terdapat orang-orang yang terbagi dalam beberapa divisi (struktur) dalam mencapai tujuan bersama. Pendapat ini akan sejalan dengan pendapat Bimo Walagito (1994) dalam penjelasannya mengenai dengan karakteristik kelompok sosial.

Organisasi atau perusahaan sebagai suatu kelompok sosial memiliki karakteristis (Walgito, 1994:7-10) antara lain: interaksi, tujuan, struktur, groupness.

Interaksi.  Interaksi adalah saling mempengaruhi individu satu dengan individu lain (mutual influence). Interaksi dapat berlangsung secara fisik, verbal, non-verbal. emosional, dan sebagainya.

Tujuan. Orang yang tergabung dalam kelompok mempunyai beberapa tujuan ataupun alasan. Tujuan itu bisa karena dorongan instrinsik anggota, dan bisa juga bersifat ekstrinsik yaitu tujuan yang tidak bisa dicapainya sacara sendiri, melainkan harus dicapai secara bersama-sama. Tujuan yang terakhir ini disebut sebagai common goals. Antar kelompok, tujuan bersama  ini  dapat berbeda. Hal ini sangat ditentukan oleh tujuan didirikannya kelompok tersebut.

Struktur. Kelompok itu memiliki struktur (a pattern of relationship among members), artinya di dalam struktur itu terdapat peran (roles), norma, dan hubungan antar anggota. Peran dari masing-masing anggota kelompok akan bergantung kepada posisi ataupun kemampuan individu masing-masing. Sedangkan, norma merupakan ketentuan  yang mengatur  perilaku anggota  kelompok. Idealya, semua anggota kelompok menyadari adanya ketentuan ini. Sementara itu, hubungan antar anggota dalam organisasi dilandasi oleh banyak hal, diantaranya adalah otoritas dan  ketertarikan (attraction).

Groupness. Kelompok terdiri dari sejumla orang yang membentuk suatu entitas (kesatuan), sehingga terjadilah apa yang disebut sebagai suatu unit. Diantara anggota tidak saling lepas, melainkan interdependen.

Sebagai suatu bentuk kelompok sosial, organisasi atau perusahaan juga memiliki karakteristik tersebut. Di organisasi atau perusahaan akan ada interaksi antara anggota (karyawan dan pengusaha,  bawahan dan atasan,  atau  sesama karyawan dan sesama atasan). Di setiap organisasi atau perusahaan juga ada tujuan yang hendak dicapai baik itu tujuan masing-masing anggota (karyawan) ataupun tujuan bersama. Struktur yang dirancang di dalam perusahaan atau organisasi juga ditetapkan berdasarkan fungsi  yang telah ditetapkan bersama, dan ada perasaan groupness di antara anggotanya.

Realitasnya, memang terdapat sejumlah perbedaan yang timbul antar organisasi atau perusahaan dalam hal karakteristik itu. Namun kalau dicermati, keempat karakteristik itu akan selalu ada di setiap organisasi walaupun bentuknya lain. Misalnya dalam hal interaksi. Ada perusahaan yang mengandalkan face-to face relation, ada yang anggotanya tidak pernah bertemu dengan pimpinannya secara langsung.  Ada yang bertujuan untuk mencapai laba yang sebesar-besarnya, ada yang untuk memberi bantuan sosial, dan semacamnya. Struktur yang dibangun ada yang sederhana dan ada pula yang sangat kompleks dan dari entitasnya ada oganisasi yang sangat solid dan ada juga yang memiliki potensi konflik internal yang besar.

 

sumber:

– Drs. Psi. Suryanto, MSi. KOMITMEN ORGANISASI: PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL. Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: