Sejarah, Pengertian, Unsur-unsur, dan Pendekatan Dinamika Kelompok

SEJARAH, PENGERTIAN, UNSUR-UNSUR, PENDEKATAN, DAN PENERAPAN DINAMIKA KELOMPOK


Sejarah, Pengertian, Unsur-unsur, dan Pendekatan Dinamika Kelompok

Sejarah dinamika kelompok sebagai cabang ilmu terbagi menjadi 6 (enam) zaman, yaitu:

1. Zaman Yunani.

2. Zaman Liberalis.

3. Zaman Ilmu Jiwa Bangsa-bangsa.

4. Zaman Gerakan Massa.

5. Zaman Psikologi Sosial.

6. Zaman Dinamika Kelompok.

Pengertian dinamika kelompok secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu dinamika kelompok sebagai cabang suatu ilmu dan dinamika kelompok dalam pengertian umum. Kurt Lewin sebagai perintis Ilmu Dinamika Kelompok menyatakan bahwa Ilmu Dinamika Kelompok mempelajari: (1) tenaga yang bekerja dalam kelompok, (2) penyebab adanya tenaga tersebut, (3) kondisi bagaimana yang dapat mengubah tenaga-tenaga tersebut, (4) apa akibatnya terhadap individu maupun kelompok.

Dari uraian pengertian dinamika kelompok maka dapat disimpulkan bahwa dinamika kelompok adalah:

1. merupakan bagian dari ilmu Psikologi Sosial yang mempelajari perilaku manusia dalam kelompok kecil;

2. suatu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang tenaga-tenaga yang bekerja dalam kelompok, penyebab adanya tenaga tersebut dan akibatnya terhadap individu maupun kelompok;

3. suatu hubungan psikologis yang berlangsung secara bersama anggota kelompok.

Menurut Margono Slamet, ada 8 (delapan) unsur-unsur dinamika kelompok, yaitu: (1) tujuan kelompok, (2) struktur kelompok, (3) fungsi tugas, (4) mengembangkan dan membina kelompok, (5) kekompakan kelompok, (6) suasana kelompok, (7) tekanan pada kelompok, dan (8) efektivitas kelompok. Sedangkan menurut Cartwright dan Zander, unsur-unsur dinamika kelompok adalah: (1) group goals, (2) group unity, (3) group structure, (4) task function of group, (5) group building and maintenance, (6) group atmosphere, (7) group pressure, dan (8) group effectiveness.

Dalam mempelajari dinamika kelompok terdapat beberapa pendekatan, yaitu:

1. pendekatan Bales dan Hormans;

2. pendekatan Stogdill;

3. pendekatan ahli psiko analisis oleh Sigmund Freud dan Scheidlinger;

4. pendekatan Yennings dan Moreno.

sumber:

http://pustaka.ut.ac.id/puslata/online.php?menu=bmpshort_detail2&ID=487

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: