PENERAPAN KONSEP DINAMIKA KELOMPOK

  1. Kelompok Sebaya (peer group)

Dalam kelompok sebaya, individu akan merasakan adanya kesamaan satu dengan lainnya (usia, kebutuhan, dan tujuan). Kelompok sebaya tidak mementingkan struktur organisasi, namun diantara anggota kelompok merasakan adanya tangung jawab atas keberhasilan dan kegagalan kelompok.

Ciri-ciri kelompok sebaya:

  • Tidak mempunyai struktur organisasi yang jelas

  • Bersifat sementara

  • Mengajarkan individu tentang kebudayaan yang luas

  • Anggotanya adalah individu yang sebaya

Fungsi kelompok sebaya:

  • Mengajarkan kebudayaan

  • Mengajarkan mobilitas sosial

  • Membantu peranan sosial baru

  • Kelompok sebaya sebagai sumber informasi bagi orang tua dan guru, bahkan untuk masyarakat

  • Individu dapat mencapai ketergantungan satu sama lain

  • Kelompok sebaya mengajar moral orang dewasa

  • Individu dapat mencapai kebebasan sendiri

Masyarakat (community)

Menurut Soerjono Soekanto, istilah community dapat dterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”. Istilah yang menunjuk pada warga suatu desa, sebuah kota, suku, atau suatu bangsa. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial, yang ditandai oleh derajat hubungan sosial tertentu.

Ciri-ciri community:

  • Adanya daerah/batas tertentu
  • Manusia yang bertempat tinggal

  • Kehidupan masyarakat

  • Hubungan sosial antara anggota kelompoknya

Komponen community:

  • Masyarakat sebagai kelompok atau himpunan orang-orang yang hidup bersama terjalin satu sama lain ketika orang-orang tersebut menjadi anggotanya

  • Kebudayaan sebagai alat pemuasan kebutuhan manusia, baik jasmani maupun rohani

  • Kekayaan alam sebagai sumber materi bagi kelangsungan hidup manusia

Contoh kelompok health care:

  • Task groups (health care planning committees, nursing service committees, nursing team meeting, hospital staff meeting)
  • Teaching groups, tujuannya untuk memberikan informasi pada partisipan (misal tehnik memandikan bayi, latihan untuk usia pertengahan dan dewasa tua, instruksi pada anggota keluarga tentang perawatan pada pasien yang diperbolehkan pulang)
  • Self-help groups
  • Self-awareness groups, tujuannya untuk mengembangkan kekuatan interpersonal, ditujukan untuk orang-orang yang telah menjalani perawatan lama dan akan kembali bekerja, ataupun kembali ke masyarakat (misal bagaimana sesorang berkomunikasi dengan orang lain)
  • Therapy groups
  • Work –related social groups, ditujukan untuk mengatasi kejenuhan/stress yang menimpa perawat karena aktivitas sehari-harinya (biasanya untuk perawat ruang intensif (ICU, ICCU, PICU, NICU), emergensi room). Dengan adanya kelompok ini diharapkan dapat memberikan support dan mengurangi stress.
  • Professional nursing organizations, dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan support pada kebutuhan perawat.

sumber:

RETNO PURWANDARI, S.Kep.,Ns. DINAMIKA KELOMPOK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: