Motivasi

Motivasi
Motivasi diartikan sebagai kekuatan dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan atau mekanisme psikologi yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Istilah motivasi memuat tiga unsur esensial, pertama faktor pendorong atau pembangkit motif, baik internal maupun eksternal. Kedua tujuan yang ingin dicapai. Ketiga strategi yang diperlukan oleh individu atau kelompok untuk untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya jika seseorang merasa kehausan, maka akan berusaha untuk mencari air yang layak untuk diminum. Tujuan yang ingin dicapai adalah ingin menghilanggkan rasa haus. Untuk memperoleh air yang memenuhi syarat untuk layak diminum diperlukan strategi atau cara tertentu. Jika air kelihatannya kurang bersih maka perlu disaring terlebih dahulu, baru kemudian dimasak. Setelah itu duidinginkan lalu diminum. Bagi orang yang beruang mungkin dilakukan dengan cara membeli air kemasan atau memesan di warung atau restoran.
Sifat motivasi adalah abstrak, dan hanya dapat ditimbang dengan melihat penampilan fisikal ketika subyek melakukan suatu pekerjaan. Secara sederhana dapat diformulasikan bahwa motivasi (M) merupakan fungsi (f) produktivitas (P) atau M = (f.P). Untuk menjadi manusia yang produktif,

seseorang harus mampu membangkitkan motivasi berprestasi yang ada pada diri dan yang mungkin dibangkitkan.
Robbins (1993) mengemukakan bahwa motivasi merupakan suatu dorongan yang timbul dari diri seseorang ke suatu arah perilaku yang diawali oleh adanya kebutuhan yang belum terpuaskan sehingga menimbulkan dorongan untuk mewujudkan keinginannya.
Motivasi merupakan fenomena hidup yang banyak corak dan ragamnya. Secara umum motivasi dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis yang satu sama lain memberikan warna pada aktivitas manusia. Motivasi yang mempengaruhi manusia organisasional dalam bekerja sebagai berikut:
1.
Motivasi positif
Motivasi positif didasari atas keinginan manusia untuk mencari keuntungan-keuntungan tertentu dan merupakan proses pemberian motivasi atau usaha membangkitkan motif yang diarahkan agar bekerja secara baik dan antusias dengan cara memberikan keuntungan tertentu. Jenis-jenis motivasi positif antara lain : imbalan yang menarik, informasi tentang pekerjaan, kedudukan atau jabatan, perhatian atasan terhadap bawahan, kondisi kerja, rasa partisipasi, dianggap penting, pemberian tugas berikut tanggungjawabnya, dan pemberian kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
2.
Motivasi Negatif
Motivasi Negatif merupakan motivasi yang bersumber dari rasa takut, dan jika berlebihan akan membuat organisasi tidak mencapai tujuan.Personalia organisasi menjadi tidak kreatif, serba takut dan seba terbatas geraknya.
3.
Motivasi dari dalam
Motivasi dari dalam timbul pada diri pekerja waktu menjalankan tugas-tugasnya dan bersumber dari dalam pekerja itu sendiri. Artinya kesenangan pekerja muncul pada waktu bekerja dan menyenangi pekerjaannya. Berbuat adalah suatu kewajiban, laksana makan kebutuhan.
4.
Motivasi dari luar
Motivasi dari luar adalah motivasi yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan diluar diri pekerja, biasanya dikaitkan dengan imbalan seperti kesempatan cuti, program rekreasi. Pekerja bekerja semata-mata disorong oleh adanya suatu yang ingin dicapai dan dapat pula bersumber dari faktor-faktor di luar subyek.

Efektivitas kelompok antara lain tergantung pada keinginan bekerja para anggota yang terikat pada tugas-tugas kelompok, baik pada saat memecahkan maslah maupun saat bekerja kelompok. Kerja kelompom tidak selalu dalam bentuk akktivitas fisik, melainkan juga aktivitas emosi atau intelektual meski pada akhirnya motivasi anggota kelompoklah yang menentukan produktivitas.
Upaya efektivitas kelompok akan dapat tercapai jika setiap anggota mampu mengerjakan tugas kelompok scara bersama-sama. Perilaku pimpinan dan anggota kelompok yang mempunyai pengaruh terhadap produktivitas di dalam kelompok pada intinya merupakan aksentuasi dari motivasi yang ditimbulkan oleh hubungan sinergis diantara sesamanya.

sumber:

– KEMENTRIAN PERTANIAN BADAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN, MODUL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL BAGI PENYULUH PERTANIAN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: