DATA, SASD,DASD,REAL TIME , ON-LINE , BATCH (prosessing)

October 22, 2012
A.       Data
Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, symbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya.
 
Menurut kamus oxford definisi data adalah “Facts or information used in deciding or discussing something”, artinya fakta atau informasi yang digunakan dalam menentukan atau mendiskusikan sesuatu juga bisa berarti informasi yang disiapkan untuk disimpan dalam komputer.
 
Manurut kamus besar bahasa Indonesia penegrtian data adalah keterangan yang besar dan nyata atau keterangan ataua bahan nyata yang dapat dijadikan bahan kajian (analisis atau kesimpulan).
 
B.        Media Penyimpanan
 
1.       External Memory
External memori merupakan memori tambahan yang berfungsi untuk menyimpan data atau program. Exstrenal memori menyimpan data dalam media fisik berbentuk kaset atau disk agar tetap mengairi transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Konsep dasar external memori adalah menyimpan data bersifat baik pada saat komputer aktif atau tidak. External memori bisa disebut juga memori external yaitu perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan, dan penyimpanan data, diluar memori utama. External memori mempunyai dua tujuan utama yaitu sebagai penyimpan premanen unuk membantu fungsi RAM dan yang untuk mendapatkan memori murah yang berkapasitas tinggi bagi penggunaan jangka panjang.
 
a.   Jenis-jenis external memori
 
     1). Berdasarkan Jenis Akses Data
         Berdasarkan jenis aksesnya memori external dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu :
 
         a)      DASD (Direct Access Storage Device) dimana ia mempunyai akses langsung terhadap data
                  prosesnya lebih cepat dabanding SASD karena untuk mengambil data tertentu tidak perlu
                  dicari dari awal berurutan. Contoh:
 
  • Magnetic disk (piringan/ disk magnetic) : simpanan luar yang terbuat dari satu atau lebih piringan yang bentuknya seperti piringan hitam yang terbuat dari metal atau dari plastic dan permukaannya dilapisi dengan lapisan magnet iron-oxide
  • Disk magnetic satu piringan saja terbuat dari plastic floopy disk (micro dan mini disk)
  • Banyak piringan terbuat dari metal : hard disk
  • Optical disk – perekaman data dengan cara pembakaran dibaca lewat optic di CD ROM (Compact Disk-Read Only Memori)
         b)      SASD(Sequential Access Storage Device) akses data secara tidak langsung (berurutan)
                  prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal.
                  Contoh :
 
  • Kartu Plong / kart upon/ Punch card

       Untuk sensus di AS thn 1890 pertama kali

 
  • Pita kertas / paper tape
        – Umumnya lebar 2 1/2 cm
        – Posisi pelubangan di pipa kertas menggunakan kombinasi dari 5 baris lubang atau 8 baris lubang.
        – Posisi lubang tersebut disebut channel
        – data direkam pada pita kertas dengan menggunakan alat pengeplong pita kertas.
        – data dapat dibaca ke komputer melalui pembaca pita kertas (paper tape reader).
 
  • Pita magnetic
     –  digunakan sejak 1950 dikomputer UNIVAC
     –  dibuat dari pita plastic tipis yang dilapisis dengan lapisan magnet iron-oxide berwarna merah
        kecoklatan.
     –  reel to reel tape : pita magnetic untuk komputer besar.
     –  catridge tape : pita magnetic untuk komputer mini
     –  cassete tape untuk komputer mikro.
 
C.       Batch Processing
Batch Processing adalah proses pengolahan data dengan cara menumpuk pekerjaan dan nantinya akan dikerjakan sekaligus. Batch processing merupakan cara terbaik untuk memanfaatkan waktu komputer, namun untuk mengembangkan program komputer.
 
Batch Processing yaitu suatu pengolahan data dimana data dukumpulkan dalam kelompok-kelompok yang agak besar sebelum dimasukkan sebagai input dalam komputer untuk periode tertentu kemudian baru dilakukan pengolahan data yang klasik.
 
Batch Processing adalah suatu moel pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch.
 
Contoh dari penggunaan batch processing adalah E-mail dan transaksi batch processing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem sacara periodic. Di waktu kemudian, selam siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan. Seperti entri kasir pada tokoh buku (batch processing)
 
    D.    On-Line Processing
On-line Processing adalah pengolahan data yang dilaksanakan oleh peralatan yang secara langsung dikontrol oleh CPU. Pada pengolahan ini dalam banyak hal masih diperlukan tambahan untuk data yang dikirim dan yang diolah, yaitu Magnetic Tape Unit atau Disc Storage Device dan lain-lainnya.
 
    E.     Real Time Processing
Real Time Processing adalah pengolahan data yang brejalan secara pararel dengan proses fisik sehingga hasil dari pengolahan data itu muncul secara berurutan. Real time (waktu nyata )dalam sistem pemesana tempat pada penerbangan udara adalah waktu yang diperlukan untuk mengolah jawabannya selagi pelanggan masih berada pada pesawat teleponnya.
 
     1.      Berdasarkan batasan waktu yang dimilikinya, Real Time sistem ini dibagi atas :
        a.  Hard Real Time
        b.  Soft Real Time
        c.  Firm Real Time
 
    2.      Komponen dari Real Time sistem adalah :
        a.   Perangkat keras.
        b.   Sistem operasi real time
        c.   Bahasa pemprograman real time
        d.   Sistem komunikasi.
 
Referensi :
 
 
Advertisements

Computer Based Information System (CBIS)

October 14, 2012

Pengertian Computer Based Information System (CBIS)

A. Pengertian CBIS

Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.

Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang

nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

 

Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Sistem
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.

Sistem Informasi

Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Berbasis Komputer Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi  yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

C. Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar

 

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain. SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.

Tugas utama sistem informasi ini adalah:
• Pengumpulan data
• Manipulasi data
• Penyimpanan data
• Menyediakan dokumen

Peran SIA Dalam CBIS

• SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar.
• SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.

 

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Adalah suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas formal perusahaan atau subunit dibawahnya.

 

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (Decision Support System)

Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang.

Keputusan terbagi menjadi:

• Keputusan terprogram, bersifat berulang dan rutin.

• Keputusan tak terprogram, bersifat baru dan tidak terstruktur, tidak ada metode pasti untuk

   menanganinya karena belum pernah terjadi sebelumnya.

 

Empat tahap pengambilan keputusan, yaitu:
• Kegiatan Intelejen, mengamati lingkungan untukmencari kondisi yang perlu diperbaiki.
• Kegiatan Merancang, menemukan, mengembangkan, dan menganalisis berbagai alternative

   tindakan yang mungkin.
• Kegiatan Memilih, memilih salah satu rangkaian tindakan diantara alternatif.
• Kegiatan Review, menilai pilihan-pilihan yang lalu.

 

 

SISTEM PAKAR (ES)

Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri.

Karakteristik Sistem Pakar

• Memiliki kemampuan belajar atau memahami masalah dari pengalaman.
• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi baru.
• Mampu menangani masalah yang kompleks (semi terstruktur).
• Memecahkan masalah dengan penalaran.
• Menggunakan pengetahuan untuk menyelasaikan masalah.

Bagian Sistem Pakar

User Interface, adalah bagian yang memungkinkan manajer mamasukan instruksi dan informasi kedalam dan menerima informasi dari sistem pakar.

1. Input terdapat empat metode yaitu
• Menu
• Commands
• Natural Languange
• Customized Interfaces

2. Output Sistem Pakar , antara lain:
• Penjelasan dari pertanyaan
• Penjelasan dari penyelesaian masalah

3. Knowledge Base, adalah bagian yang memuat fakta-fakta yang menjelaskan area masalah, dan juga teknik menerangkan masalah yang menjelaskan bagaimana fakta-fakta tersebut cocok satu dengan yang lain dalam urutan yang logis. Istilah problem domain digunakan untuk menjelaskan area masalah.

4. Interference Engine, adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran dengan menggunakan isi knowledge base berdasarkan urutan tertentu. Selama konsultasi, interference engine menguji aturan-aturan satu persatu dan ketika kondisi benar naka satu tindakan diambil.

5. Development Engine, adalah alat yang digunakan untuk menciptakan sistem pakar, dalam hal ini dua alat yang biasa digunakan adalah bahasa pemrograman dan ES shell.

Contoh Sistem Pakar
• XSEL, Sistem pakar yang bertindak sebagai asisten penjual di agen penjualan komputer DEC, yang  membantu pelanggan memilih komputer yang sesuai dengan kebutuhannya.

• MYCIN, Sistem pakar yang dikembangkan di Stanford University tahun 19870-an dengan tujuan membantu petugas medis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan bakteri.

• PROSPECTOR, Sistem yang diciptakan Richard Duda, Peter Hard, dan Rene Reboh tahun 1978 yang menyediakan kemampuan seorang ahli geologi.

Sumber:

http://www.perpuskita.com/cbis/624/

Stimulus Generalization

June 4, 2011

Stimulus generalization terjadi ketika suatu perilaku yang ada merupakan hasil dari penguatan SD, namun perilaku tersebut kemudian hadir pada stimulus atau situasi yang berbeda. Secara sederhana dapat dikatakan, individu berperilaku yang sama terhadap dua stimulus yang berbeda. Dengan demikian, stimulus generalization merupakan lawan dari stimulus discrimination. Sebagai contoh, ketika orangtua mengajarkan anaknya untuk menuruti permintaan mereka. Ketika orang tua meminta sesuatu (SD), kemudian anak berespon dengan menuruti permintaan tersebut lalu orangtua memberi pujian pada anak. Generalisasi stimulus terjadi ketika anak menuruti permintaan dari orang dewasa lain (misalnya permintaan guru) pada waktu dan situasi yang berbeda. Ini menjadi kekhawatiran orang tua bahwa anaknya akan menuruti setiap permintaan orang dewasa, karenanya orang tua ingin membatasi hal tersebut dengan cara, misalnya orang tua memberikan reinforcement ketika anak melaksanakan perintah dari orang tua, kakek, nenek, saudara atau kerabat. Namun tidak memberikan reinforcement ketika anak melaksanakan perintah orang dewasa lain (stimulus discrimination training).

3 Peristiwa Tempat Berlangsungnya Perilaku

June 4, 2011

Situasi tempat berlangsungnya suatu perilaku dapat dianalisis dari 3 peristiwa, yaitu :

  1. Stimulus yang ada tepat sebelum munculnya perilaku, disebut dengan antacedent stimuli
  2. Perilaku itu sendiri
  3. Konsekuensi dari perilaku

Mengidentifikasi antaseden dan konsekuensi dari suatu perilaku biasa disebut ABC assessment. Ketika suatu perilaku muncul karena suatu stimulus sebelumnya, maka stimulus tersebut memiliki kontrol terhadap terbentuknya perilaku tersebut. Stimulus control yang baik terlihat ketika ia ada, perilaku tersebut seketika mengikuti. Proses dimana kita belajar mengenai produksi perilaku spesifik karena munculnya suatu stimulus bukan stimulus lain disebut stimulus discrimination learning, sedangkan suatu prosedur pengajaran mengenai stimulus discrimination disebut stimulus discrimination training (proses penguatan perilaku yang hanya terjadi ketika suatu stimulus hadir).

Akibat satu ruangan yg ditambah perabotan terus-menerus

April 15, 2011

Sirkulasi udara yang terdapat di ruangan akan menjadi sangat sedikit, dan membuat udara di lama ruangan akan menjadi pengap dan bisa membuat kita sesak untuk bernafas. Luas ruangan pun menjadi semakin menyempit dan menjadi tidak nyaman untuk ditempati. dan ruangan yang sempit dapat mengganggu kesehatan. Barang yang kita simpan-pun menjadi mudah terselip bersama benda-benda lain yang akan membuat kita sulit mencarinya.

Pengaruh estetika pada individu dalam seting kota

April 14, 2011

Pengaruh estetika individu dalam seting kota adalah bila estetika dalam setting kota sangat bagus akan berpengaruh besar evaluasi individu terhadap lingkunagan, mempengaruhi pemilihan tempat tinggal individu dan akan memberikan stimulasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

semakin bagus penataan dalam suatu kota dapat meningkatkan kualitas dan taraf  hidup dalam kota tersebut. contohnya seperti kota-kota besar di amerika. kota disana di seting sesuai dengan fungsinya. vegas (kota untuk bersenang-senang), New York (kota untuk bisnis/ kota paling sibuk di dunia) dll.

Contoh kehidupan sehari-hari dari Setting perilaku

April 14, 2011

Menurut Roger Barker (dalam Veitch & Arkkelin, 1995) evaluasi terhadap kecocokan antara lingkungan dengan perilaku yang terjadi pada konteks lingkungan atau sebaliknya, melainkan kedua hal tersebut saling menentukan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Pusat dari pemikiran para ahli teori ekologi adalah gagasan tentang kecocokan manusia dan lingkungannya. Suatu hal yang unik pada teori Barker adalah adanya seting perilaku yang dipandang sebagai factor tersendiri. Seting perilaku adalah pola tingkah laku kelompok yang terjadi sebagai akibat kondisi lingkungan tertentu.
teori stimulus berlebih, dimana pada tingkat tertentu suatu stimulus dapat dirumuskan untuk mengoptimlkan perilaku.

Contoh perilakunya:

Ketika seorang dosen meminta mahasiswa untuk mengerjakan tugas, dan mahasiswanya meminta nilai yang bagus dari hasil mengerjakan tugas.

Perbedaan ambient condition dan Architectural Features

April 14, 2011

Wrighstman dan Deaux (1981) membedakan dua bentuk kualitas lingkungan sebagai berikut:

a. Ambient Condition
(Rahardjani, 1987 dan Ancok,1988)kualitas fisik dari keadaan yang mengelilingi individu dan mempengaruhi perilaku adalah: kebisingan, temperatur, kualitas udara, pencahayaan dan warna.

– Kebisingan, temperatur dan kualitas udara
Ancok (1989) keadaan bising dan temperatur yang tinggi akan mempengaruhi emosi para penghuni. Kebisingan menurut Rahardjani (1987) juga akan berakibat menurunnya kemampuan untuk mendengar dan turunnya konsentrasi belajar pada anak.

– Kebisingan
(Sarwono,1992) terdapat tiga faktor yang menyebabkan suara secara psikologis yang dianggap bising: volume, perkiraan dan pengendalian.
(Holahan,1982) hasil penelitian laboratorium menunjukan bahwa kebisingan secara psikologis dapat menjadi penyebab reaksi fisiologis sistematis yang secara khusus dapat diasosiasikan dengan stres.

– Suhu dan polusi udara
(Holahan,1982) tingginya suhu dan polusi udara dapat menimbulkan dua efek, yaitu efek kesehatan dan efek perilaku.
Rahardjani (1987) melihat bahwa suhu dan kelembaban rumah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : warna dinding dala dan luar rumah, volume ruang, arah sinar matahari, dan jumlah penghuni.
Menurut Mom dan Wielsebrom (dalam Siswanto, 1986)aliran udara sangat penting karena secara fisiologis aliran udara berfungsi sebagai pasokan oksigen untuk pernapasan, mengalirkan uap air yang berlebih dan asap, mengurangi konsentrasi gas dan bau, mendinginkan suhu dan membantu penguapan keringat manusia.

– Pencahayaan dan warna
Menurut Fisher, dkk (1984) terdapat banyak efek pencahayaan yang berkaitan dengan perilaku. Ruang yang gelap tentu saja lebih kondusif untuk menjalin keintiman daripada ruangan yang diberi pencahayaan terang. Corwin Bennet (dalam Holahan, 1982) menemukan bahwa penerangan yang lebih kuat mempengaruhi kinerja visual kita menjadi semakin cepat dan teliti.
Warna dapat mempengaruhi kita secara langsung maupun ketika menjadi bagian dari suatu seting. Warna juga dapat menentukan seberapa baik pencahayaan suatu ruangan tampak oleh kita.

b. Architectural Features
Yang tercakup didalamnya adalah seting-seting yang bersifat permanen. Misalnya didalam suatu ruangan, yang termasuk didalamnya antara lain konfigurasi dinding, lantai, atap serta pengaturan perabot dan dekorasi. Dalam suatu gedung architectural features meliputi lay out tiap lantai, desain dan perlakuan ruang dalam dan sebagainya.
Arsitektur dan desain adalah bentuk seni. Kualitas estetis dari lingkungan yang dibentuk dapat sangat mempengaruhi seperti halnya keindahan alamiah. Lingkungan yang menarik juga dapat membuat orang merasa lebih baik.
Pengaturan perabotan dalam ruangan dapat pula mempengaruhi cara orang mempersepsikan ruang tersebut. Dapat pula digunakan untuk membantu mengatur perencanaan tata ruang arsitektur suatu seting.

psikologi lingkungan & pendekatan dari berbagai disiplin ilmu

April 14, 2011

Kurt Lewin mengatakan  “selama manusia berinteraksi dengan lingkungan, ada kekuatan-kekuatan yang terjadi. Komponen-komponen tersebut menggerakkan kekuatan-kekuatan dalam bentuk daya tarik/tolak serta daya mendekat/menjauh. Interaksi ini terjadi pada lapangan psikologi individu sehingga nantinya mencerminkan tingkah laku individu tersebut”.

Tokoh dari Proshansky (1974) mengatakan bahwa psikologi lingkungan memberi perhatian terhadap manusia, tempat serta perilaku dan pengalaman-pengalaman manusia dalam hubungannya dengan seting fisik. Lingkungan fisik tidak berarti rangsang-rangsang fisik (seperti cahaya, sound, suhu, bentuk, warna dan kepadatan) terhadap objek-objek fisik tertentu, tetapi lebih dari itu merupakan kompleksitas yang terdiri dari beberapa seting fisik dimana seseorang tinggal, berinteraksi dan beraktivitas. Sehubungan dengan lingkungan fisik, pusat perhatian psikologi lingkungan adalah lingkungan binaan (built environtment).

Psikologi lingkungan adalah ilmu kejiwaan yang mempelajari perilaku manusia berdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya, baik lingkungan sosial, lingkungan binaan ataupun lingkungan alam.
Psikologi lingkungan berkaitan dengan kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari, yang meliputi tanaman, hewan, objek material, dan manusia. Ada beberapa hal yang dapat menimbulkan ketegangan lingkungan ( evironmental stress ), misalnya, keadaan ruangan yang akan memicu kejiwaan seseorang, suhu, suasana dan sifat cahaya. Jadi pengaruh lingkungan terhadap kejiwaan seseorang dapat bersifat internal, eksternal, dan transendental.

Dalam psikologi lingkungan juga dipelajari mengenai kebudayaan dan kearifan lokal suatu tempat dalam memandang alam semesta yang mempengaruhi sikap dan mental manusia. Apabila kebudayaan dan kearifan lokal kita pahami sebagai perjuangan manusia untuk mempertinggi kualitas hidupnya, maka mawas diri akan menjadi inti pokok dari pelajaran psikologi lingkungan. Soedjatmoko, seorang ahli sosiologi, mengungkapkan harapannya untuk mengangkat mawas diri dari tingkat moralisme semata-mata ke tingkat pengertian psikologis dan historis dan mengenai perilaku manusia. Dalam hal ini beliau memberikan pengertian tentang moralisme dan perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh psikologis historis suatu lingkungan, tempat orang tersebut bersosialisasi dengan masyarakat binaannya.

Transactional Interdependency

April 14, 2011

Menurut tokoh yang mengemukakan transactional interdependency mery dan Tryst (dalam Soesilo, 1989) melihat bahwa hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan suatu jalinan transactional interdependency atau terjadi ketergantungan satu sama lain. Hal ini hampir sama dengan pendapat Guilford, yaitu manusia mempengaruhi lingkungannya. Untuk selanjutnya lingkungan akan mempengaruhi manusia, demikian pula terjadi sebaliknya.