Pengertian Dinamika Kelompok

Pengertian Dinamika Kelompok
Dari uraian dinamika dan kelompok itu dapatlah diambil kesimpulan, sebagaimana
yang dikemukakan oleh Drs. Soelaiman Joesoyf menyebutkan : “bahwa Dinamika Kelompok
berarti suatu kumpulan dari dua atau lebih individu di mana perubahan individu satu dapat
mempengaruhi individu lain.Keadaan inI bisa terjadi, karena masing-masing individu
mempunyai hubungan psikis secara jelas, yang berlangsung dalam situasi yang dialami
secara bersama-sama dalam kelompok di mana mereka menjadi anggotanya.
Sebagai suatu gambaran, setiap anggota kelompok belajar saling berusahan sekeraskerasnya
dalam menenmpuh tentamen, sehingga ia dapat lulus seperti teman-temannya yang
lain. Dalam keadaan ini masing-masing anggota kelompok selalu memperhatikan kegiatan
anggota kelompok yang lain, seperti apabila seseorang anggota kelompok mempelajari dua
buku literatur yang ditentukan, maka yang lain berusaha mempelajari buku-buku tersebut
ditambah buku-buku literatur lain sebagai penunjang. Di sini tampak setiap anggota
kelompok meningkatkan kegiatan belajar bagi dirinya sendiri dan inilah proses dinamika
yang dilaksanakan oleh setiap anggota kelompok.
Secara keseluruhan, proses dinamika dalam kelompok-kelompok dapat diterangkan,
karena selama setiap anggota kelompok berada dalam kelompok, mereka dihinggapi oleh
group spirit (semangat kelompok) yang terus-menerus dan makin lama makin mendalam.
Proses dinamika kelompok mulai dari individu sebagai pribadi yang masuk ke dalam
kelompok dengan latar belakang yang berbeda-beda, belum mengenal antar individu yang
ada dalam kelompok. Mereka membeku seperti es. Individu yang bersangkutan akan
berusaha untuk mengenal individu yang lain. Es yang membeku lama-kelamaan mulai
mencair, proses ini disebut sebagai “ice breaking”. Setelah saling mengenal, dimulailah
berbagai diskusi kelompok, yang kadang diskusi bisa sampai memanas, proses ini disebut
”storming”. Storming akan membawa perubahan pada sikap dan perilaku individu, pada
proses ini individu mengalami ”forming”. Dalam setiap kelompok harus ada aturan main
yang disepakati bersama oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua anggota
kelompok, proses ini disebut ”norming”. Berdasarkan aturan inilah individu dan kelompok
melakukan berbagai kegiatan, proses ini disebut ”performing”.
Alasan pentingnya dinamika kelompok:
1. Individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat.
2. Individu tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupannya.
3. Dalam masyarakat yang besar, perlu adanya pembagian kerja agar pekerjaan dapat
terlaksana dengan baik.
Masyarakat yang demokratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja
dengan efektif Dinamika kelompok seperti disebutkan di bagian awal, menjadi bahan persaingan
dari para ahli psikologi, ahli sosiologi, ahli psikologi sosial, maupun ahli yang menganggap
dinamika kelompok sebagai eksperimen. Hal tersebut membawa pengaruh terhadap
pendekatan-pendekatan yang ada dalam dinamika kelompok.

1. Pendekatan oleh Bales dan Homans
Pendekatan ini mendasarkan pada konsep adanya aksi, interaksi, dan situasi yang ada
dalam kelompok. Homans menambahkan, dengan adanya interaksi dalam kelompok,
maka kelompok yang bersangkutan merupakan sistem interdependensi, dengan sifatsifat:
a. Adanya stratifikasi kedudukan warga
b. Adanya diferensiasi dalam hubungan dan pengaruh antara anggota kelompok
yang satu dengan yang lain
c. Adanya perkembangan pada sistem intern kelompok yang diakibatkan adanya
pengaruh faktor-faktor dari luar.
2. Pendekatan oleh Stogdill
Pendekatan ini lebih menekankan pada sifat-sifat kepemimpinan dalam bentuk
organisasi formal. Stogdill menambahkan bahwa yang dimaksud kepemimpinan
adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir sebagai
usaha untuk mencapai tujuan kelompok. Kelompok terorganisir yang dimaksud disini
adalah kelompok yang tiap-tiap anggotanya mendapat tanggungan dalam
hubungannya dengan pembagian tugas untuk mencapai kerja sama dalam kelompok.
3. Pendekatan dari ahli Psycho Analysis (Sigmund Freud dan Scheidlinger)
Scheidlinger berpendapat bahwa aspek-aspek motif dan emosional memegang
peranan penting dalam kehidupan kelompok. Kelompok akan terbentuk apabila
didasarkan pada kesamaan motif antar anggota kelompok, demikian pula emosional
yang sama akan menjadi tenaga pemersatu dala kelompok, sehingga kelompok
tersebut semakin kokoh. Freud berpendapat bahwa di dalam setiap kelompok perlu
adanya kesatuan kelompok, agar kelompok tersebut dapat berkembang dan bertahan
lama. Kesatua kelompok akan terbentuk apabila tiap-tiap anggota kelompok
melaksanakan identifikasi bersama antara anggota yang satu dengan yang lain.
4. Pendekatan dari Yennings dan Moreno
Yennings mengungkapkan konsepsinya tentang pilihan bebas, spontan, dan efektif
dari anggota kelompok yang satu terhadap angota kelompok yang lain dalam rangka
pembentukan ikatan kelompok. Moreno membedakan antara psikhe group dan sosio
group sebagai berikut:
a. Psikhe group merupakan suatu kelompok yang terbentuk atas dasar suka/tidak
suka, simpati, atau antipati antar anggota
b. Sosio group merupakan kelompok yang terbentuk atas dasar tekanan dari pihak
luar.
Yennings menambahkan bahwa pelaksanaan tugas akan lebih lancar apabila
pembentukan Sosio group disesuaikan dengan Psikhe group, dengan memperhatikan
faktor-faktor efisiensi kerja dan kepemimpinan dalam kelompok.

Sumber:

- http://file.upi.edu/Direktori/A%20-%20FIP/JUR.%20PEND.%20LUAR%20SEKOLAH/194505031971091%20-%20MUHAMMAD%20KOSIM%20SIRODJUDIN/sejarah%20%26%20definisi%20dinkelx.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: